• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Warta Melangkah di jalan yang benar

Melangkah di jalan yang benar

Addthis

Perjalanan hidup kita hari-hari ini pasti melewati jalan terjal, curam, mendaki dan kadang penuh dengan onak duri. Meski demikian kita tidak boleh menyerah atau berhenti ditengah jalan sebelum mencapai tujuan. Ketahuilah bahwa untuk mencapai tujuan yang didambakan harus melewati liku-liku permasalahan, tetapi dibalik itu ada jalan keluar yang Allah sediakan. Tentunya kita tidak boleh asal melangkah; kita harus membuat pilihan yang benar serta melangkah di jalan yang benar pula. Contohnya, ketika kita hendak mendaki kepuncak gunung, jalan yang harus kita lewati pasti terasa berat dan melelahkan, namun tatkala kita mencapai puncak gunung itu, terbayarlah semua kepenatan atau kelelahan yang kita rasakan, kita menikmati hamparan hijau dengan pemandangan nan indah dan luas dari atas. Memang saat ini banyak orang sedang mencari-cari jalan demi mendapatkan kebahagiaan yang didambakan, tetapi ketahuilah bahwa apa yang menjadi dambaan kita, seringkali bertentangan dengan dambaan Allah. Melangkah di jalan yang benar, itu kehendak-Nya, dan kita dapat mencapainya melalui:
 
Pertama : “Tidak salah melangkah” (Amsal 14:12)
Hari-hari ini tidak sedikit orang yang salah memilih jalan yang pada akhirnya mengalami kehancuran. Ada orang yang ingin cepat kaya, punya kedudukan atau jabatan serta berhasil, tetapi menempuh jalan yang sesat: “Pergi ke dukun, paranormal atau orang pintar”. Inilah jalan pintas, jalan yang kelihatannya mudah, tetapi ujungnya menuju maut. Benar apa yang dikatakan Salomo dalam Amsal 14:12 yang berkata: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”. Memang dewasa ini ada begitu banyak tawaran yang muluk-muluk dan mengiurkan, tetapi sebagai anak-anak Tuhan kita harus berhati-hati. Sebagaimana dikatakan dalam Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Kedua : “Lakukan apa yang baik” (Matius 7:12)
Pintu yang lebar, memang enak dan orang berbondong-bondong melewati, tetapi ketahuilah bahwa itu menuju pada kebinasaan. Kita yang telah ada bersama Tuhan, sekalipun harus melewati pintu yang sempit dan sesak, tetapi itu menuju pada keselamatan bukan kebinasaan. Perhatikanlah bahwa pintu yang sesak yang dimaksudkan ialah Yesus sendiri, sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 10:9, “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”. Bukan kesenangan yang membawa kebinasaan yang diiginkan Allah, tetapi melakukan apa yang Allah kehendaki.
 


REKENING GEREJA

BCA cabang Muwardi Grogol
Rek No: 268 3028517
a/n: Gereja Sidang
Jemaat Allah Grogol

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini232
mod_vvisit_counterKemarin423
mod_vvisit_counterMinggu ini232
mod_vvisit_counterBulan ini10168
mod_vvisit_counterTotal536796

Pengumuman


Susunan Pengurus
Majelis GSJA Grogol
2013 - 2016

Detail Click Here!!

Tema Gereja

Tema Bulan Ini:

" KEPENUHAN KEMULIAAN KERAJAAN ALLAH DI NIKMATI OLEH ORANG (GEREJA) YANG BERSEDIA MENTAHIRKAN DIRI "

(BILANGAN 8:6)