Menjadi Alat Tuhan
Addthis

Ketika Allah menciptakan manusia, segala sesuatu sudah ada dan Allah sudah persiapkan terlebih dahulu, sehingga manusia pertama (Adam dan Hawa) tidak perlu lagi untuk bersusah dalam mencukupi kebutuhan-nya. Tetapi setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, keadaan tersebut menjadi berubah, Allah menciptakan kita dengan maksud dan tujuan agar kita menjadi alat untuk kemuliaan Tuhan. Jika kita memahami Lukas 5:1-11, kita dapat melihat dan belajar dari Simon. Simon dipilih oleh Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya karena ada sesuatu yang Tuhan Yesus lihat di dalam hidupnya. Jika Simon dipilih Allah, maka kita selaku anak-anak Tuhan, kitapun dipilih Allah. Untuk mewujudkan maksud pilihan Allah bagi kita, maka melalui apa yang dikatakan dalam Lukas 5:1-11, ada tiga kebenaran yang membuat kita menjadi alat Tuhan yang mulia, yaitu:

Pertama: Membiarkan Tuhan berbicara (Ayat 4)
Dalam ayat 3-4 Simon memberikan kesempatan untuk Allah berbicara dan memperhatikan apa yang Allah inginkan dilaksanakan sebelum ia menolakkan perahunya. Dewasa ini, ada begitu banyak orang yang kurang sabar memahami maksud Yesus, akibatnya menyesal setelah terjadi sesuatu yang bertentangan dengan kemauan yang sesungguhnya. Selaku anak-anak Tuhan, janganlah kita mengabaikan apa yang Tuhan inginkan agar apa saja yang terjadi, kita tetap ada dalam kehendak-Nya.
 
Kedua: Mengijinkan Tuhan berkarya (Ayat 5)
Dalam mengijinkan Tuhan berkarya, ini memberi pengertian bahwa, sebagai hamba yang setia, hendaknya bukan kehendak kita yang lagi berkuasa di dalam hidup kita, melainkan menyerahkan hidup kita untuk dipimpin oleh kekuatan kuasa-Nya. Apabila kita memaksakan kehendak kita yang bekerja, maka kita tidak akan mendapat apa-apa, demikian halnya dalam hal memenangkan jiwa bagi Tuhan. Ingat kita sangat terbatas, tetapi jika Tuhan bekerja sesuatu yang tidak kita rencanakan atau pikirkan itulah yang akan dibuat Tuhan.

Ketiga : Mengucap syukur senantiasa (Ayat 8)
Jika kita menghendaki hidup kita manjadi alat kemuliaan-Nya, maka kita harus belajar untuk berterima kasih akan segala pertolongan-Nya. Simon menyadari bahwa dia diperkenankan menangkap ikan yang banyak oleh kerena Tuhan. Jadi berkat yang kita dapati merupakan sarana yang Allah berikan supaya kita mengerti bahwa Yesus lebih dari segalanya.