Bersyukur dan Berkenan (I Tawarikh 29:10-17)
Addthis

Pendahuluan:
Jika hati dan pikiran kita dikuasai oleh pikiran Kristus, maka dalam situasi berlimpah ataupun tidak kita akan tetap bersyukur. Sayangnya, hari-hari ini ada orang yang sangat sulit bersyukur saat berada dalam kekurangan. Untuk itu, kita akan belajar mengenai bersyukur dari seorang yang berkenan di hati Tuhan (Daud).

1. Segalanya milik Dia (Ayat 11-12)
    - Hak milik VS Hak pakai.
    - Segalanya milik Tuhan semesta alam (Roma 11:36).

2. Ucapan syukur yang berkenan keluar dari kerendahan hati (Ayat 14)
    - Daut tidak melupakan pertolongan Tuhan yang membawa keberhasilan (I Taw 17:16).

3. Menyadari betapa fananya hidup ini (Ayat 15)
    - Daud menyadari hidup dengan umur yang singkat, hanya beberapa telapak tangan besarnya, seperti bayangan yang berlalu cepat (Mazmur 39:5-7).
    - Kesia-2an merupakan kekayaan tetapi tidak dikaruniakan kuasa menikmati (Pkh 6:1-2).

4. Pengucapan syukur dari hati yang tulus (Ayat 17)
    - Hati tulus VS Hati bulus.
    - Tuhan penguji hati dan hati harus dijaga/diwaspadai (Amsal 16:2 dan 21:2).

Kesimpulan:
Ada kalimat dari Wanita bijak berkata: “Tuhan akan mengerjakan hal-hal besar melalui orang yang tidak mencari penghargaan dari manusia”. Saat kita mencari penghargaan dari manusia, maka nama kita menjadi pembicaraan seru dan tidak baik.


Ibadah Raya Minggu Pagi
08 Agustus '10
Pdt. DR. Tonny Latip, M.Th